CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 28 April 2013

Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari


Setelah kamu mempelajari lahirnya Sumpah Pemuda maka ada pelajaran yang dapat diambil. Yaitu pentingnya semangat nilai persatuan dan kesatuan. Apa sebenarnya yang di maksud persatuan dan kesatuan? Sebelum membahas lebih dalam, agar kamu mudah menjawab pertanyaan di atas, coba perhatikan lidi. Tahukah kamu akan benda itu? Ya, lidi diambil dari rangka daun kelapa. Untuk apa biasanya benda tersebut? Pada umumnya, lidi digunakan untuk menyapu. Bisakah sebatang lidi untuk menyapu? Tentu saja tidak! Lidi dapat digunakan untuk menyapu, jika terdiri dari beberapa puluh atau ratus lidi yang diikat cukup erat menjadi satu. Dengan menyatukan lidi-lidi dalam satu ikatan maka akan tercipta kekuatan yang besar. Jadi, persatuan dan kesatuan dapat diartikan kumpulan bagian-bagian yang sebelumnya terpisah satu sama lain menjadi satu. Hal itulah bukti pentingnya kekompakan dalam mewujudkan persatuan. Dengan demikian, persatuan tidak mementingkan kepentingan diri sendiri atau kelompok tetapi, lebih mengutamakan kepentingan umum. 
Image:nyapu.JPG

2. Menerapkan Nilai-Nilai Sumpah Pemuda

Perhatikan bacaan di bawah ini! 
Di Sekolah SD Negeri 4 Cempaka, Andi memiliki banyak teman, Magdalena dari Batak, Amin berasal dari Madura, Dadang dari Sunda dan masih banyak lagi. Mereka bersahabat dengan baik. Belajar dan bermain mereka selalu bersama. Andi menghormati teman-temannya. Mereka tidak saling bermusuhan. Suatu hari Amin tidak tampak di sekolah. Kata Bu Marta guru kelas 3, Amin sedang sakit. Mungkin beberapa hari Amin tidak bisa
masuk sekolah. Andi dan teman-temannya berniat menjenguk Amin setelah pulang sekolah. Mereka iuran dari sisa uang saku. Setelah terkumpul, mereka membeli buah-buahan dan kue untuk diberikan kepada Amin. Mereka melakukan dengan rasa tulus hati. Waktu menjenguk Amin, mereka
saling bercerita pengalaman masingmasing. Kadang-kadang mereka tertawa mendengar cerita yang lucu. Amin senang teman-teman menghiburnya. Sebelum pulang Andi dan temantemannya mendoakan Amin semoga lekas sembuh. Sehingga mereka dapat berkumpul kembali. Mereka rukun dan saling menyayangi. Kemudian mereka pulang setelah berpamitan. Nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam persatuan dan kesatuan dapat kalian amalkan melalui berteman baik di sekolah maupun di lingkungan rumah. Setiap hari kalian tentu tidak dapat lepas bergaul dengan
teman sebaya. Teman main tentunya tidak semua sama. Ada yang berasal dari keluarga kaya, kurang mampu dan sederhana. Ada pula yang beragama Islam, Kristen, Hindu, Buddha bahkan dari agama lain. Juga bermacam-macam dari orang tua yang pegawai negeri, ABRI, swasta dan buruh. Mungkin juga temanmu berasal dari Jawa, Sunda, Betawi, Madura, Bali atau dari daerah lain yang memiliki adat kebiasaan yang berbeda.
Bagaimana sebaiknya kalian bersikap dengan temanmu yang berasal dari bermacam-macam daerah tersebut?
Image:menjenguk.JPG
Semuanya adalah temanmu, yang harus kamu perlakukan sama dengan sopan dan ramah. Kalian harus bergaul dan berteman tanpa membedabedakan satu dengan lainnya. Jika hal itu dapat kamu lakukan maka kalian telah turut mengembangkan sikap persatuan dan
persaudaraan. Sikap persatuan dan persaudaraan merupakan salah satu pengamalan nilai-nilai Sumpah Pemuda. Nilai-nilai Sumpah Pemuda dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:
a. Menghormati keragaman suku dan agama. Contohnya: tidak boleh mengejek dan menjelek-jelekkan salah satu suku dan agama lain.
b. Menghargai pendapat teman lain. Contohnya: teman yang bertanya kepada bapak/ibu guru tidak boleh disela atau diejek.
c. Mengikuti upacara dengan khidmat. Contohnya: waktu pengibaran bendera, harus bersikap tegap dan memberi hormat.
d. Bekerja sama dengan teman dalam hal kebaikan. Contohnya: mengerjakan keterampilan dan belajar kelompok.
e. Menjalin persahabatan dan menjauhi permusuhan. Contohnya: bersikap rukun dan saling menyayangi dengan teman.
Dengan menyadari begitu pentingnya semangat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari maka diperlukan cara membina persatuan dan kesatuan tersebut.
Image:berteman.JPG
Adapun persatuan dan kesatuan agar tetap kokoh, yang harus kalian lakukan antara lain sebagai berikut.
a. Tidak bersikap sombong.
b. Saling menghormati dan menasihati.
c. Saling tolong-menolong.
d. Hidup rukun antarteman.
Image:pendapat.JPG
Perhatikan cerita di bawah ini!
Reno adalah anak orang kaya. Ayahnya seorang pengusaha. Apa yang diminta Reno selalu dituruti oleh orang tuanya. Suatu ketika, Reno membawa HP terbaru ke sekolah. Barang itu pemberian ayahnya waktu ulang tahun. Saat Bu Guru menerangkan, HP itu dipamerkan kepada temannya. Rudi menegurnya, karena mengganggu pelajaran. Tetapi Reno marah-marah. Rudi mencoba dengan bersabar. Reno justru memaki-maki dan menantang untuk berkelahi. Akhirnya terjadi keributan. Teman-teman melerainya. Akhirnya keduanya dipanggil Bu Mita guru kelas 3. Keduanya saling
menyadari kesalahannya. Akhirnya Reno dan Rudi berjabat tangan. Mereka saling memaafkan dan bersatu lagi.
Image:kerjakan.JPG

B. Mengenal Tokoh Sumpah Pemuda


1. Wage Rudolf Supratman (Sang Komponis)

W.R. Supratman dilahirkan di Jatinegara Jakarta pada tanggal 9 Maret 1903, menamatkan SD di Jakarta dan menamatkan Normal School di Ujung pandang (Makassar). Mula-mula beliau sebagai guru SD, kemudian bekerja di perusahaan dagang. Kemudian menjadi wartawan di Bandung dan Jakarta. Keahliannya di bidang musik diperoleh sejak muda dari kakaknya.Pada tanggal 28 Oktober 1928, lagu Indonesia Raya hasil ciptaannya pertama kali diperdengarkan dalam Kongres Pemuda II. Lagu tersebut sampai sekarang dijadikan lagu kebangsaan sebagai lambang persatuan bangsa. Namun sayang, beliau tidak sempat menikmati lagu tersebut dalam suasana kemerdekaan. Beliau wafat pada tanggal 17 Agustus 1938 di Surabaya. 

2. Muhammad Yamin (Cerdas dan Pemberani)

Muhammad Yamin dilahirkan pada tanggal 28 Agustus 1903 di Sawahlunto Sumatera Barat. Sejak muda, beliau berpikiran cerdik dan luas. Beliau memiliki cita-cita tinggi dan gemar membaca. Ia mempunyai perpustakaan pribadi. Kegiatan politiknya dimulai dengan memasuki Jong Sumatranen Bond. Pada waktu Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928. Beliau sangat hebat dalam mengemukakan pendapat melalui pidato-pidatonya. Judul pidatonya yang sangat terkenal waktu itu adalah tentang “Persatuan Bukan Perbedaan”. Beliau terkenal juga sebagai penyair dan ahli bidang hukum dan sejarah. Beliau wafat pada tanggal 17 Oktober 1962 di Jakarta dan dimakamkan di tempat asal kelahirannya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar